Enam Fakta Menarik Tentang Tetesan Air Mata
1. Ada Berbagai Macam Jenis Air Mata
Air mata rupanya bukan hanya satu jenis
saja. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Riddle of
Emotional Tears: Why Do We Cry membagi air mata menjadi tiga jenis
berbeda. Yang pertama disebut air mata basal. Air mata jenis ini
bertugas membasahi serta menjaga kelembaban, dan mejaga kesehatan mata
secara keseluruhan. Jenis ini merupakan tetesan air mata
yang paling sering diproduksi, karena air mata jenis ini yang membasahi
mata setiap saat. Kedua ialah air mata reflek yang biasanya keluar
ketika mata mengalami gangguan seperti misalnya debu, asap, atau angin.
Yang ketiga air mata emosi. Air mata jenis ini disebutkan memiliki
kandungan protein yang lebih banyak daripada dua jenis air mata yang
lain. Itulah mengapa ada sebuah mitos bahwa menangis bisa membawa
kesehatan pada manusia.
2. Komposisi Air Mata Sama dengan Air Liur
Walau memiliki tiga komponen dasar yang
sama dengan air liur, yakni protein, garam, dan hormon, air mata
menghasilkan rasa serta bau yang jauh berbeda dengan air liur. Hingga
kini masih belum dijelaskan bagaimana bisa tiga unsur pada tetesan air
mata yang sama persis menjadi sangat berbeda pada aromanya.
3. Wanita Lebih Sering Menangis Dibanding Pria
Pria tak boleh menangis, begitu
stigmanya. Dan memang penelitian membuktikan bahwa angka rata-rata
wanita menangis 5,4 kali dan pria 1,4 kali dalam sebulan. Wanita lima
kali menangis lebih banyak daripada pria. Sedangan seperti dilansir dari
hasil penelitian di Telegraph menyebut bahwa wanita menangis rata-rata
selama enam menit, sedangkan pria hanya dua sampai empat menit. Tangisan
bisa berubah menjadi sesenggukan pada 65 persen wanita, sementara hal
yang sama hanya terjadi pada enam persen pria.
Dan fakta diatas bukan hanya berdasar
pada kultur atau stigma bahwa pria harus lebih tegar. Secara biological,
kelenjar air mata wanita berbeda dari pria. Wanita memiliki kelenjar
air mata lebih besar sedangkan kelenjar untuk menampung tetesan air mata
pada pria lebih besar. Tak heran pada wanita air mata lebih mudah
keluar.
4. Mengapa Ingus Sering Mengalir Saat Menangis
Ketika menangis keras tak heran bila
ingus pun turut keluar. Dan sebenarnya walau menjijikan namun hal ini
sangat wajar terjadi. Penelitian bahkan menyebut bahwa yang keluar dari
hidung bukanlah ingus namun tetesan air mata yang terlalu banyak keluar
hingga melalui saluran hidung karena “jalan” saluran ke mata terlalu
padat. Ada juga orang yang merasa pusing setelah menangis. Peneliti
berasumsi bahwa hal ini berkaitan dengan dehidrasi yang dialami dalam
kepala karena terlalu banyak cairan yang dikeluarkan.
5. Air Mata Berpengaruh pada Orang Lain
Penelitian terakhir pada 2011 menyebut
bahwa tetesan air mata menguarkan zat chemosignal yang rupanya adalah
zat pengurang testosteron. Tak heran bila para pria enggan bahkan jadi
tak tertarik pada wanita bila sang wanita menangis. Rupanya hormon
testosteron mereka berkurang toh.
6. Air Mata Juga Bisa Bermanfaat
Setelah menangis akan merasa lega
sepertinya benar. Penelitian membuktikan bahwa ketika menangis, selain
tetesan air mata juga dikeluarkan hormon stress. Karena itulah usai
menangis seseorang tak merasa sedih dan berkurang stress. Dan juga
mekanisme air mata bahagia dan tangisan sedih sebenarnya sama saja. Yang
membedakan adalah emosi yang dirasakan oleh orang tersebut.